Internet!!! Pasar yang Menjanjikan

Prospek periklanan di pasar online membuka kesempatan yang lain, baik bagi perusahaan kecil, besar maupun korporasi, termasuk membuka kesempatan para calon konsumen untuk berinteraksi. Iklan online menjadi semacam pasar domestik yang menglobal. Kehadirannya bisa mengancam eksistensi pasar iklan media cetak, bahkan ke depan pasar iklan televisi bisa tersaingi. Namun semuanya ditentukan oleh sedikit-banyaknya pengguna internet. Untuk Indonesia, potensi seperti di atas masih perlu menunggu waktu.

Riset Kelsey Group memperkirakan, sebelum tahun 2008, dana sebesar $3,8 miliar akan berpindah dari Yellow Pages ke iklan online. Hal ini disebabkan Yellow Pages terkesan usang dan kuno. Pencari iklan dibuat susah dan membuang waktu banyak membolak-balik buku tebal hanya untuk mencari nomor telpon restoran atau agen tiket perjalanan. Melalui online, orang akan lebih mendapatkan informasi-informasi seperti itu. Hampir 1 miliar orang di dunia terhubung di internet. Pengguna saling berbagi ilmu pengetahuan, interaksi sosial, reputasi online, mencari materi sekolah, lowongan kerja, atau sekadar iseng menghabiskan waktu luang. Integrasi ini semakin lama menjadi kekuatan kolektif yang belum pernah dikenal manusia sebelumnya. Situasi ini tidak berlebihan jika disebut sebagai revolusi komunikasi dan informasi global.

Gejala baru yang tampak menonjol adalah pemanfataan file-sharing, blog, situs yang dapat disunting beramai-ramai bernama Wiki dan layanan jejaring sosial seperti MySpace serta Meetup Inc., yang membantu setiap orang mulai dari penggemar kartun hingga pemburu ayat-ayat Al-kitab. Teknologi semacam ini ternyata mampu mengangkat potensi unik internet dengan cara yang tidak dilakukan e-mail ataupun situs tradisional. Situasi yang dinamis tersebut tentu rugi jika disia-siakan oleh para pengiklan. Jangan heran ketika iklan televisi sering diabaikan pemirsa, maka dunia online menjadi salah satu alternatif. Tahun ini, istilah video online sudah resmi menjadi “jenis kelamin” para pengiklan di internet.

Pertama, kegemaran visual orang di internet selalu tertarik pada tayangan gambar-gambar baru dan unik. Dengan bebas materi iklan bisa didesain sedemikian kreatif, menampilkan sedikit teks dan menonjolkan simbol-simbol penuh pesan dan makna.

Kedua, kenyataan membuktikan bahwa mereka yang gemar surfing di internet memang suka melihat-lihat iklan yang tampil, terutama yang mengandung nilai hiburan dan estetika.

Ketiga, biaya pembuatan iklan online sangat mudah dilakukan, sebab banyak orang yang kini cerdas mendesain grafis. Jaringan komunitas di millist biasanya senang mengirim hal-hal yang unik kepada teman-temannya. Dengan sendirinya iklannya tersebar luas secara gratis.

Video online menjadi semacam laboratorium untuk menemukan cara-cara baru agar produsen tetap terhubung dengan konsumen. Benar bahwa saat ini iklan di internet tidak sebanyak iklan di televisi. Belum saatnya membandingkan nilai finansial keduanya. Belanja iklan melalui video online sampai kini baru mencapai $198 juta, sementara belanja iklan di televisi mencapai $48 miliar. Tapi ini soal proses. Ke depan bukan mustahil angka belanja iklan video online mendominasi belanja iklan. Ini bisa dilihat dari hasil riset yang dilakukan riset eMarketer Inc., yang mengatakan pasar iklan internet berkembang pesat, terutama di kalangan kaum muda, yakni naik 33% menjadi $12,9 miliar pada tahun 2005.

Leave a Reply